Tags

, ,

     Anggap aku seperti “Sumur”, Sumur yang harus digali sedalamnya sebelum kamu mampu menemukan air jernih yang ada didalamnya. Seperti sebuah perkenalan awal antara aku dan kamu, aku dan kalian. Sebuah perkenalan dimana kelihatan aku yang biasa dari berbagai sudut tapi ketika kamu-kalian menggali akan mulai muncul aku yang aku. Seperti sumur yang akan mengeluarkan air jernihnya. Layaknya air dalam sumur yang memerluka penyesuaian dalam genangan airnya, Layaknya aku perempuan pemalu yang harus melakukan penyesuaian agar menjadi aku yang aku.

Sedalamnya sumur hanya orang berani yang dapat menemukan sumber air didalamnya. Sebanyaknya orang mengetahui itu sumur belum tentu mereka berani menggali sumber air itu. Sebanyak orang yang mengenal belum tentu menemukan aku yang aku. Karena aku begitu dalam sedalam aku mencoba menjadi aku yang aku saat mengenal orang lain.

Air jernih dalam sumur akan selalu diperjuangkan orang. Anggaplah aku ini pribadi yang haus akan diperjuangkan. Karena memang aku akan terus memperjuangkan apa yang paling pantas di atas panta untuk aku perjuangkan. Karena sekali suka aku tetap suka. Karena sekali benci aku tetap benci.

Sebentuk sumur yang sederhana yang sering diabaikan bentuknya. Namun semua orang percaya bahwa di dalamnya ada sumber air jernih. Sepercayanya aku jika Tuhan selalu memberikan yang terbaik dalam segala bentuk nikmat dan ujian-Nya

Advertisements