Tags

, , , , , , ,

     Sekuatnya Baja kalau ditempa terus juga akan bengkok. Sekuat apapun itu pasti punya titik kelemahan. Titik puncak dimana mengalami kelemahan yang tiada dapat ditahan. Titik puncak dimana kejenuhan mulai masuk dan merusak puih-puih kekuatan itu. Titik puncak dimana kebisingan menjadi sebuah kesepian yang membabi buta menghancurkan tembok kenyamanan. Titik puncak dimana sebuah kebahagian mulai tertindas oleh penyesalan yang tak bergemi untuk  pergi.

     Setegar apapun karang akan rapuh ketika air itu yang dulu bersahabat kini menjadi racun yang mulai menggerus kekokohannya. Sebanyak apapun berusaha untuk melupakan kesenangan masalalu semakin dalam rasa perih akan penghianatan. Seperti karang lepas yang mulai tergerus oleh air yang dulu menemani. Sebanyak apapun berusaha untuk menghilang semakin muncul bayangan akan kenangan lampau yang mengganggu batin ini. Seperti karang lepas yang mulai mati dan berharap lebur dalam air yang dulu menemaninya.

     Bagai Baja dan karang yang berjuang menahan kepedihan. Sekuat apa aku dapat menahan tepaan batin yang kuterima akan kisah ini. Sekokoh apa aku dapat menahan jeritan batin yang ku terima akan kisah ini.

Ya Rabb, Ya Tuhan ku, Engkau Yang Maha Welas Asih, Kuatkan aku akan kisahku ini, Kokohkan aku akan jeritan batinku ini.

Wiji Lestari

Advertisements