It’s Love ?

Tags

, , , , ,

     

           Cinta memang tak akan pernah abis untuk diperbincangkan. Cinta memang membawa duka. Cinta kadang melupakan burung dari sarangnya. Cinta kadang mempertemukan coklat dengan tepung. Cinta mencampur gula dengan air. Cinta mengubah seseorang.

         Cinta berakhir ketika.. aku belum dapat mendefinisikannya, karena cinta kata yang pernah ku dengar itu bersifat umum. Cinta itu umum kenapa kadang cinta menjadi khusus? Mungkin karena cinta memghasilkan suatu tuntutan. Berharap tuntutan itu adalah tuntutan baik, bukan tuntutan akan hal buruk. 

         Tuntutan akan cinta kadang membuat seseorang bingung. Hey andai kau mengerti itu pilihanmu untuk meng-khusus kan cinta mu itu dari cinta yang umum. Tuntutan kadang membuat orang menjadi semakin nyaman. Ketika tuntutan itu menjadi kan sebuah motivasi yang mengarah ke depan dengan tujuan yang logis dan jelas.

           Namanya juga cinta mau dibicarakan sampai kapanpun tak ada abisnya, karena cinta itu asalnya dari sini, ya sini, dalam diri seseorang dan hanya kamu sendiri yang tahu.

 

By: WIji Lestari

Advertisements

Rubah – Berubah

Tags

, , , , , ,

               Gambar

                  Berubah, berasal dari kata rubah, Ru-baru, bah-bahan, bahan baru, bahan yang bisa berati perasaan, bahan yang bisa berarti fisik, bahan yang dapat berarti apapun yang dapat di perbarui, Bahan baru yang membuat orang lain melihat kita beda. Bahan baru yang membuat kita merasa lebih baik. Bahan baru yang membuat sesuatu menjadi lebih bermakna.

                 Berubah bukan karena masalah, berubah karena adanya suatu panggilan yang menginginkan sesuatu yang baru, sesuatu yang lain dari apa yang kita lakukan. Berubah membuang apa yang membuat kita sampai pada titik puncak kebosanan. Berubah memperbaharui apa yang telah biasa kita lakukan menjadi suatu kebiasaan baru yang lebih berarti.

                Berubah memang memerlukan waktu. Meluangkan waktu untuk melupakan dan membuang kebiasaan dimasa lalu. Meluangkan waktu mempelajari yang baru. Meluangkan waktu untuk hal lalu yang kadang-kadang acap kali muncul menjadi kenangan yang sulit untuk dirubah. Meluangkan waktu untuk melawan kenangan lalu dan merasa tak berhasil.

                Berubah butuh komitmen. Komitmen untuk memilih bahan baru. Komitmen untuk menambah bahan baru. Komitmen untuk melupakan bahan lama. Komitmen untuk terus menjadikan bahan baru menjadi suatu hal yang terusan.

                Berubah mungkin mengalihkan kita akan pandangan orang lain, karena kadang kita beranggapan perubahan kita adalah yang terbaik. Berubah mungkin menjadikan kita pribadi baru yang menurut orang lain begitu asing. Berubah kadang menghakimi kita untuk menuntut kita agar cepat menemukan dan melakukan bahan baru.

               Berubah memang butuh waktu, Berubah memang butuh komitmen. Berubah bersangkut kita dan orang di sekitar kita.

 

by : Wiji Lestari

Be Strong

Tags

, , , , ,

Aku hanya insan muda yang menggantung lemah pada harapan. Harapan akan bayang masa yang belum pasti. Masa dimana nantinya aku berharap menjadi masa yang indah. Masa dimana nantinya aku dan orang lain mungkin tak saling kenal lagi. Masa dimana orang terdekat nantinya akan menjauh. Masa dimana orang terkasih menjadi musuh. Aku insan yang berusaha mencari. Mencari akan hal yang mungkin hanya di bayangan ku saja. Insan yang mencari bayangan kelabu nan redup. Insan yang mencari lentera yang berharap bisa mengusir redup bayang kelabu. Aku insan yang punya banyak mimpi. Mimpi akan masa muda yang indah. Mimpi akan masa dewasa yang romantis. Mimpi akan masa pra tua yang halus tak bermasalah. Mimpi akan masa tua yang bahagia. Semuanya sekarang hanya mimpi, hanya harapan, hanya buaian. Tapi kekuatan dalam hati begitu kuat. Gejolak hati yang kadang lemah kadang kuat. Gejolak menolak, gejolak menerima yang kadang sulit untuk dibedakan. Menjadi kuat adalah sebuah pilihan. Kuat dalam hal mempertahankan harapan yang belum pasti menjadi pasti. Kuat dalam mencari lentera menghilangkan redup bayangan masa yang masih kelabu. Kuat dalam mewujudkan mimpi yang begitu banyak. Kuat dalam mencari jalan hidup untuk seorang diri. by: Wiji Lestari

Kata Hati Ku, Batasan Logika Ku

Tags

, , , , ,

Pergulatan hati memang tidak ada habisnya. Hati yang kadang mudah untuk berbalik. Berbalik melawan logika yang dengan cepatnya susah membedakan mana yang baik-buruk, mana yang benar-salah, mana yang gelap-terang. Batas-batas logika yang beriringan menutupi kata hati. Kata hati yang kerap bersitegang melawan kata hati.

Kata hati melawan logika, pergulatan yang tiada habisnya, tiada batasnya, tiada akhirnya. Logika yang sering membenarkan mana baik-buruk, mana benar-salah, mana gelap-terang. Logika yang mulai membatasi kata hati. Kata hati yang lebih menonjolkan maksud sedalamnya. Kata hati yang lebih sering berontak menentang logika.

Kata hati ku mungkin sulit untuk ku ucapkan, semudah kata-kata lain yang sering ku ucapkan. Kata hatiku takut menyakiti, kata hatiku takut menyiksa, kata hatiku takut membenci logika ini. Melawan batasan logika, melawan kata hati yang ingin terucap.

Anggap Aku Air dalam Sumur

Tags

, ,

     Anggap aku seperti “Sumur”, Sumur yang harus digali sedalamnya sebelum kamu mampu menemukan air jernih yang ada didalamnya. Seperti sebuah perkenalan awal antara aku dan kamu, aku dan kalian. Sebuah perkenalan dimana kelihatan aku yang biasa dari berbagai sudut tapi ketika kamu-kalian menggali akan mulai muncul aku yang aku. Seperti sumur yang akan mengeluarkan air jernihnya. Layaknya air dalam sumur yang memerluka penyesuaian dalam genangan airnya, Layaknya aku perempuan pemalu yang harus melakukan penyesuaian agar menjadi aku yang aku.

Sedalamnya sumur hanya orang berani yang dapat menemukan sumber air didalamnya. Sebanyaknya orang mengetahui itu sumur belum tentu mereka berani menggali sumber air itu. Sebanyak orang yang mengenal belum tentu menemukan aku yang aku. Karena aku begitu dalam sedalam aku mencoba menjadi aku yang aku saat mengenal orang lain.

Air jernih dalam sumur akan selalu diperjuangkan orang. Anggaplah aku ini pribadi yang haus akan diperjuangkan. Karena memang aku akan terus memperjuangkan apa yang paling pantas di atas panta untuk aku perjuangkan. Karena sekali suka aku tetap suka. Karena sekali benci aku tetap benci.

Sebentuk sumur yang sederhana yang sering diabaikan bentuknya. Namun semua orang percaya bahwa di dalamnya ada sumber air jernih. Sepercayanya aku jika Tuhan selalu memberikan yang terbaik dalam segala bentuk nikmat dan ujian-Nya

Benteng Tinggi Itu…..

Tags

, , , , , ,

     Mempertahankan, mempertahankan apa yang ada dalam benak.

Benak yang selama ini hanya mampu ku kuatkan oleh seorang diri. Benak yang selama ini memang ku pertahankan. Ku pertahankan dengan sadar dengan rasa yang kemudian berlanjut secara tak sadar. Tak sadar mengisi, dan terus mengisi. Kesadaran, ketidaksadaran dalam mempertahan kan rasa dalam benak yang tiap hari naik maupun turun. Rasa yang mungkin tak sembarang orang bias kuberi tahu. Rasa dimana Merah kemudian bercampur dengan Putih, Rasa dimana Coklat bertemu Keju.

     Mempertahankan apa yang ada dalam benak ini begitu gundah. Gundah akan satu hal. Satu hal dimana kau akan tahu bahwa aku yang selama ini hanya menyimpan namamu di dalam benakku, dan mengingat gambaran wajahmu dalam ingatan ku. Ingatan akan semua kejadian, akan sebuah pengharapan. Ingatan yang kadang membuat antara aku akan terus disini atau aku akan pergi dengan mudahnya dari lamunan palsu itu.

     Mempertahankanmu dalam benak ini kadang membuatku antara menjadi seekor merpati yang selalu senang terbang tinggi dan bahagia terbang diantara awan-awan indah di kebiruan, atau menjadikan ku seekor semut yang tak tau arah jalan dan hanya mengandalkan instingnya dalam hidupnya.

     Tapi, aku, aku bukan seekor merpati, bukan pula seekor semut yang dengan mudahya diusir. Aku ingin menjadikan semua ini benteng tingggi. Benteng tinggi yang akan terus mempertahannkan. Benteng yang dengan adanya entah kadang dianggap, atau kadan tak dianggap. Benteng tinggi yang berupaya menyembunyikan apa isi didalamnya, kecuali jika kamu naik dan terus naik dengan tangga yang ada.

     Benteng tinggi akan menjadi sebuah pertaruhan. Pertaruhan seberapa besar keberadaannya dianggap sekitarnya. Sebuah benteng yang akan terus melindungi yang berada di baalik tembok tingginya. Sebuah benteng yang akan terus kokoh walaupun waktu kadang begitu menakutkan untuk menemani.

Cerita Indah dalam Jalan Hidupku ya-Rabb

Tags

, , , , , , , , ,

 

Begitu indah cerita yang Engkau buat untuk ku ya-Rabb. Kau ijinkan aku untuk masuk kecerita nan panjang indah ini. Kau siapkan cerita yang indah, seindah yang aku dan pikiranku tak sampai menerkanya. Cerita itu kini menjadi sebuah jalan hidup yang kini sedang ku nikmati. Ku nikmati cerita indah ini, cerita yang indah yang tak selamanya di dalamnya berisi cerita indah dalam artian kasat. Cerita indah ini, cerita indah tersirat. Cerita indah berisikan suka dan duka. Cerita indah berisikan manis dan pahit. Cerita indah berisikan benar dan salah.

     Cerita indah yang Engkau tuliskan kepadaku, cerita indah tersirat yang menguji jalan hidupku. Karna ku yakin jalan hidupku tak selalu mudah semulus jalan lurus tanpa hambatan. Jalan hidupku adalah jalan di bawah ridho-Mu yang sarat akan cerita indah tersiratmu.

Ya Rabb disetiap cerita indah yang Engkau tulis untuk jalan hidupku. Aku yakin Engkau selalu menyelipkan sebuah makna terdalam. Sebuah makna yang bisa ku ambil dan ku jadikan sebagai benteng-benteng akan kehidupan ini.

Wiji Lestari

Sekuat Baja – Sekokoh Karang

Tags

, , , , , , ,

     Sekuatnya Baja kalau ditempa terus juga akan bengkok. Sekuat apapun itu pasti punya titik kelemahan. Titik puncak dimana mengalami kelemahan yang tiada dapat ditahan. Titik puncak dimana kejenuhan mulai masuk dan merusak puih-puih kekuatan itu. Titik puncak dimana kebisingan menjadi sebuah kesepian yang membabi buta menghancurkan tembok kenyamanan. Titik puncak dimana sebuah kebahagian mulai tertindas oleh penyesalan yang tak bergemi untuk  pergi.

     Setegar apapun karang akan rapuh ketika air itu yang dulu bersahabat kini menjadi racun yang mulai menggerus kekokohannya. Sebanyak apapun berusaha untuk melupakan kesenangan masalalu semakin dalam rasa perih akan penghianatan. Seperti karang lepas yang mulai tergerus oleh air yang dulu menemani. Sebanyak apapun berusaha untuk menghilang semakin muncul bayangan akan kenangan lampau yang mengganggu batin ini. Seperti karang lepas yang mulai mati dan berharap lebur dalam air yang dulu menemaninya.

     Bagai Baja dan karang yang berjuang menahan kepedihan. Sekuat apa aku dapat menahan tepaan batin yang kuterima akan kisah ini. Sekokoh apa aku dapat menahan jeritan batin yang ku terima akan kisah ini.

Ya Rabb, Ya Tuhan ku, Engkau Yang Maha Welas Asih, Kuatkan aku akan kisahku ini, Kokohkan aku akan jeritan batinku ini.

Wiji Lestari

Kebimbangan ini

Tags

, , , , ,

     Bimbang, sebuah perasaan penuh harapan yang tak tau arahnya. Arah yang jelas tertutup indahnya bayang-bayang kabur yang dengan jelasnya terlihat. Dengan jelasnya membawa sebuah pengharapan yang semu. Semu yang membutakan mata hati dari pilihan bayang-bayang jelas yang lebih elok akhirnya.

     Kebimbangan ini, mulai beranjak menemaniku. Menemaniku disetiap detik waktu yang kulalui untuk berpikir. Berpikir tentang hal, hal yang kadang belum terjadi atau mungkin tak kan pernah terjadi. Tentang hal-hal semu yang hanya membawa bayangan kabur dalam kisahku. Bayangan yang sebenarnya tak kan pernah jelas ujung bentuknya.

Kebimbangan yang berujung pada ketidak jelasan. Ketidak jelasan akan hal-hal di ujung waktu di depan sana yang akan menghiasi lembaran hidupku kelak. Ketidak jelasan yang akan membawa pada sebuah harapan-harapan tak jelas yang hanya menjadi sebuah pengharapan yang tak berujung.

Ya Tuhan, Engkau Yang Maha Pemberi Kejelasan dan Ketenangan akan hati ini. Berikanlah aku kejelasan dan ketenangan hati Ya Rabb. Kejelasan akan apa yang akan terjadi di ujung waktu itu. Ketenangan hati akan apa yang akan menjadi penghias di lembaran hidupku nanti. Aminn..

LEMBARAN KISAH

Tags

, , ,

         Memang aku yang bodoh atau aku yang terlalu lugu untuk menerima kehadiran mu dalam waktu yang dulu ku lalui. Aku yang begitu bodoh dengan senang menerima kehadiranmu. Kehadiran mu yang kini mulai membawa kebimbangan. Kebimbangan antara masih dalam waktu yang harus ku rajut diantara namamu, atau aku harus pergi dari waktu yang kurajut diantara namamu. Aku yang begitu lugu, lugu akan hadirnya hal baru, kiasan baru, kisah baru. Lugu akan hal baru yang begitu ku nikmati, hingga kini aku dalam kebimbangan. Lugu akan kiasan-kiasan baru yang membuatku melayang, melayang tinggi seakan ku memang tak ingin turun lagi untuk menyadari keluguanku. Lugu akan kisah baru, kisah baru yang seakan menjadi setitik cahaya dimalam kelam dalam lembaran kisah lamaku. Ya kini aku mulai sadar akan kebodohan dan keluguanku. Kebodohan yang membawa kebimbangan dan keluguan yang membawa petaka. Kebimbangan ini seakan tiada ujung, tiada ujung karena diantara kita tak ada yang mulai berbicara. Saling diam mungkin yang sering kita pilih. Diam itu tak memberi ujung atas semuanya. Tapi keluguan ini sungguh membawa petaka. Petaka dimana harus ada yang dikorbankan. Dikorbankan dalam bentuk yang menyakitkan. Sesakit apapun yang harus diambil. Pilihannya adalah antara aku yang mengambil atau kamu yang mengambil. Pengorbanan ini mungkin akan membawa kesakitan yang pedih atau mungkin paling pedih itu adalah munculnya jarak antara kita, dan mungkin diantara kita akan ada yang pergi dalam lembar kisah hidup kita. Sesakit, sepedih, sepahit apapun itu pengorbanan mungkin tak ada keputusan lain selain harus aku yang mengambilnya, karena diam kita tak pernah berujung. Kini aku mulai mencoba dan akan terus mencoba melangkah kebelakang, menghilang dengan pelan dari lembaran kisahmu. Kisahmu sekarang lebih pantas untuk kau sambung dengan benang-benang keyakinan yang akan membuatmu bahagia. Kisahku yang akan mundur perlahan dari lembaran kisahmu semoga menjadi penerang-lentera diantara lembaran kisah kita yang akan terbakar oleh waktu dan keputusan ini.

 

wiji lestari